Diprediksi, pada musim penghujan kali ini banjir masih mengancam kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot karena selama ini sudah menjadi langganan bencana alam banjir di Bandung ini.Daerah yang tergenang banjir di Kec. Dayeuhkolot meliputi Kp. Leuwi Bandung Desa Citeureup, Kp. Bojong Citepus Desa Cangkuang Wetan, Kp. Bojong Asih Desa Dayeuhkolot, dan Kp. Citepus Kelurahan Pasawahan. Sementara di wilayah Kec. Baleendah yang tergenang banjir adalah Kp. Cieunteung Kelurahan Baleendah dan sebagian kawasan Kelurahan Andir.Korban banjir di Kp. Leuwi Bandung sudah mencapai 500 kepala keluarga (KK) atau 2.000 jiwa, belum termasuk di desa-desa lainnya,banjir kiriman mulai masuk ke rumah warga pada Rabu (3/6) sekitar pukul 1.00 WIB di RW 05, 07, dan 14.Warga mendesak agar pemerintah pusat khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera mengeruk Sungai Citarum terutama yang melintasi Kp. Cieunteung dan Kp. Leuwi Bandung.Selain itu warga juga meminta pemerintah memanfaatkan aliran Sungai Citarum lama yang tidak berfungsi sama sekali. Aliran Sungai Citarum lama bisa dikeruk dan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan ketika Sungai Citarum meluap dan salahsatu diantara akibat banjir kemungkinan besar adalah tumpukan sampah plastik bercampur lumpur menyumbat aliran Sungai Citarum, pada pertemuan dengan Sungai Cikapundung di Kampung Muara, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.Tumpukan-tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, dan yang menjadi satu penyebab terjadinya pendangkalan Sungai Citarum di kawasan itu sampah-sampah tersebut tidak hanyut, malah mengakibatkan air sungai itu meluap. Bahkan terjadi penumpukan lumpur,seolah sampah tersebut terbendung oleh aliran Sungai Cikapundung sehingga menyatu membentuk dam bendungan.
Leave A Comment